PeSSek.com

Pengetahuan Seputar Seks

Menu

Inilah Fakta Kasus Petugas Taman Nasional di Bali Cabuli Puluhan ABG

Kategori Pengetahuan: Skandal

5 Fakta Kasus Petugas Taman Nasional di Bali Cabuli Puluhan ABG. Kasus pencabulan juga terjadi di daerah Jembrana, Bali. Kali ini korban bukanlah anak kecil melainkan ABG lelaki yang sedang menikmati masa remajanya.

Puluhan ABG di Jembrana terpaksa menahan aibnya sebagai korban pencabulan oleh seorang pegawai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Rabu (11/6). Kasus ini terungkap lantaran adanya kecurigaan warga terhadap rumah korban yang sering dimasuki oleh remaja pria setiap malam Minggu.

Menurut laporan warga yang diterima pihak Polres Jembrana Bali, setiap malam minggu selalu ada dua sampai tiga orang remaja pria yang masuk ke dalam rumah dalam keadaan ceria namun setelah keluar mereka selalu memasang tampang lesu.

Dari sini warga melaporkan kasus ini dan terungkaplah kebejatan dari MS. Berikut kisah pencabulan yang dilakukan pegawai Taman Nasional Bali Barat tersebut:

Pelaku cabuli puluhan ABG usia 14-17 tahun

Puluhan anak baru gede (ABG) di Kabupaten Jembrana, Bali, dengan usia antara 14 tahun hingga 17 tahun menjadi korban paedofilia, yang dilakukan seorang pegawai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) berinisial MS. Menurut Wakil Kepala Polres Jembrana Bali, Kompol Hagnyono, pihaknya sudah mengamankan tersangka di kediamannya yang merupakan rumah dinas tempat dia bekerja beserta barang bukti yang mendukung

“Pelaku sudah kami tangkap, kami juga sudah memeriksa beberapa korban,” kata Wakapolres Jembrana, Kompol Hagnyono, di Negara, Rabu (11/6).

Pelaku curhat di buku diari

Tidak hanya pelaku sodomi sekaligus predator sex di Sukabumi, Emon, yang memiliki buku diari tentang catatan orang yang pernah menjadi korbannya. MS juga mencatat remaja pria yang menjadi korbannya dalam buku diari miliknya.

Menurut Wakapolres Jembrana, Kompol Hagnyono, saat dilakukan penangkapan polisi juga menyita barang bukti berupa buku diari yang berisi nama korban.

“Kami telah mengamankan buku agenda milik pelaku yang berisi nama-nama korbannya,” kata Wakapolres Jembrana, Kompol Hagnyono, di Negara, Rabu.

Dalam buku agenda tersebut, tercatat 23 nama yang diduga menjadi korban pelecehan seksual MS alias B.

“Kepada kami pelaku hanya mengingat nama delapan korban, tiga di antaranya namanya tercatat dalam buku tersebut, sementara lima lainnya tidak. Sehingga sementara ini, total korban ada 28 orang, yang seluruhnya remaja laki-laki,” ujarnya.

Korban pertama disuruh mencari remaja pria

Saat diperiksa polisi, pelaku mengaku sudah mengalami kelainan seksual sejak bertugas di Timor Timur, hingga pindah ke Taman Nasional Bali Barat di Kelurahan Gilimanuk, tahun 2010. Di tempat tugas yang baru tersebut, pelaku pertama kali berhubungan dengan DW, yang juga dia suruh mencari anak laki-laki untuk memenuhi hasrat seksualnya.

“Tapi DW menolak, sehingga pelaku mencari sendiri dan bertemu dengan R di sebuah mini market. Setelah R ini, menyusul korban-korban lainnya,” kata Hagnyono.

Dia mengatakan, rata-rata korban diiming-imingi dengan uang, kemudian pelaku melakukan oral seks terhadap korban di rumah dinasnya.

Pernah menjadi korban

Pelaku yang ditemui di Polres Jembrana mengatakan, dirinya sejak kecil ditinggal ayahnya, sehingga hanya diasuh oleh ibunya. Pelaku pun mengaku pernah jadi korban pelecehan seksual.

“Ibu saya memperlakukan saya seperti anak perempuan. Saat SMA, saya juga pernah mengalami pelecehan seksual, sama dengan yang saya lakukan terhadap anak-anak itu,” katanya.

Gunakan jasa calo untuk dapatkan korban

MS juga membantah kalau dia sendiri yang mencari puluhan korban tersebut. Pelaku mengaku ada calo yang menawarinya untuk mencarikan ABG yang akan dia cabuli.

Menurutnya, setiap memberikan remaja laki-laki untuk diajaknya kencan, calo tersebut minta komisi Rp 150 ribu.

“Saya akan jalani proses hukum ini, tapi saya juga berharap ada keadilan, karena adanya anak-anak yang mau saya ajak kencan, bukan hanya salah saya,” ujarnya.

loading...

Related For Inilah Fakta Kasus Petugas Taman Nasional di Bali Cabuli Puluhan ABG