loading...
PeSSek.com

Pengetahuan Seputar Seks

Menu

Gejala Kencing Nanah dan Pengobatannya

Kategori Pengetahuan: Penyakit Menular Seks

Gejala Kencing NanahPengobatan Kencing Nanah. Gonore atau kencing nanah atau dalam bahasa inggrisnya gonorrhea / gonorrhoea merupakan salah satu penyakit menular seks. Penyakit kencing nanah atau Gonore dapat menular atau menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian.

Awal mula gejala kencing nanah pada pria biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra dan beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih serta keluarnya nanah dari penis. Sedangkan gejala kencing nanah pada wanita, biasanya timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan reproduksi.

Penderita kencing nanah seringkali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit tersebut hanya setelah pasangan hubungan seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina dan demam. Infeksi dapat menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang dalam ketika berhubungan seksual.

Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seksual melalui anus (anal sex) dapat menderita gonore pada rektumnya. Penderita akan merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, serta tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah.

Hubungan seksual melalui mulut (oral sex) dengan seorang penderita gonore biasanya akan menyebabkan gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal). Umumnya infeksi tersebut tidak menimbulkan gejala, namun kadang-kadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan untuk menelan.

Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata, maka bisa menyebabkan terjadinya infeksi mata luar (konjungtivitis gonore). Bayi yang baru lahir juga bisa terinfeksi gonore dari ibunya selama proses persalinan sehingga terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah. Jika infeksi itu tidak diobati, maka akan menimbulkan kebutaan.

Diagnosis dan Pengobatan Kencing Nanah

Diagnosis penyakit gonore didasarkan pada hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap nanah untuk menemukan bakteri penyebab gonore. Jika pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan bakteri, maka dilakukan pembiakan di laboratorium.

Gonore biasanya diobati dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama satu minggu (biasanya diberikan doksisiklin). Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah atau infus).

Saat ini obat Antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengobati kencing nanah atau gonore tidak efektif lagi karena gonore atau kencing nanah sekarang sangat resistan terhadap obat tersebut. Hal ini dikatakan oleh dokter inggris seperti yang dilansir BBC News Helath, Selasa (11/10/2011).

Health Protection Agency (HPA) Inggris mengatakan bahwa, saat ini sedang menuju ke suatu titik ketika penyakit tidak dapat disembuhkan kecuali pengobatan baru dapat segera ditemukan.

Untuk saat ini, dokter harus berhenti menggunakan cefixime yang biasa digunakan untuk mengobati gonore. Sebagai gantinya dokter dapat menggunakan kombinasi dua antibiotik yang lebih kuat. Salah satunya dalam bentuk pil sedangkan satunya dalam bentuk injeksi atau suntikan.

HPA mengatakan bahwa, perubahan prosedur tetap atau pedoman pengobatan gonorrhea diperlukan karena perlawanan terhadap penyakit tersebut meningkat.

Strain bakteri yang resisten
Tes pada sampel yang diambil dari pasien dan dibiakan di laboratorium menunjukkan penurunan kerentanan hampir 20 persen kasus pada tahun 2010 terhadap antibiotik cefixime yang biasanya digunakan untuk pengobaan gonorrhea, dibandingkan dengan hanya 10 persen dari kasus pada tahun 2009.

Seperti pada tahun 2005, tidak ada bakteri gonorrhea dengan penurunan kerentanan pada cefixime yang ditemukan di Inggris.

Bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyebabkan infeksi penyakit tersebut memiliki kemampuan luar biasa untuk menyesuaikan diri dan telah memperoleh resistensi.

Resistensi merupakan kondisi berkurangnya kerentanan atau keefektifan suatu obat antibiotik terhadap suatu bakteri tertentu.

Melihat riwayat resistensi bakteri Neisseria gonorrhoeae terhadap beberapa antibiotik, dapat disimpulkan bahwa bakteri tersebut memiliki kemampuan menyesuaikan diri. Bakteri tersebut pertama mengalami resistensi terhadap antibiotik penisilin, kemudian tetracyclines, ciprofloxacin, dan sekarang cefixime.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa antibiotik lini pertama yang digunakan dapat berubah ketika terjadi kegagalan pengobatan pada pasien mencapai 5 persen. Tetapi untuk cefixime, sedang dibahas mengenai rencana perubahan tersebut, oleh karena kenaikan yang mengkhawatirkan dalam perlawanan dari bakteri yang muncul.

Prof Cathy Ison, seorang ahli gonorrhea dari HPA Inggris mengatakan hasil tes laboratorium telah menunjukkan penurunan dramatis dalam sensitivitas obat yang digunakan sebagai pengobatan utama untuk gonorrhea. Penurunan dramatis tersebut menyajikan ancaman yang sangat nyata mengenai pengobatan gonorrhea di masa mendatang.

“Kami sangat khawatir sehingga merekomendasikan bahwa pedoman pengobatan gonorrhea direvisi pada bulan Mei tahun ini. Hal tersebut dilakukan untuk merekomendasikan obat yang lebih efektif. Tetapi rekomendasi perubahan pedoman pengobatan tersebut tidak akan memecahkan masalah, seperti riwayat sebelumnya bahwa resistensi terhadap terapi tersebut akan terus berkembang. Oleh karena tidak adanya pengobatan alternatif baru untuk saat ini, kita akan menghadapi situasi di mana gonorrhea tidak dapat disembuhkan,” kata Prof Ison.

Pasien yang menolak antibiotik dalam bentuk injeksi atau suntikan akan ditawarkan antibiotik oral sebagai gantinya. Hal tersebut sekaligus menyoroti pentingnya perilaku seks yang aman, terlebih jika antibiotik baru untuk pengobatan penyakit gonorrhea tidak dapat ditemukan.

“Sehingga mungkin suatu saat perilaku seks yang aman akan menjadi satu-satunya cara untuk mengendalikan infeksi kencing nanah atau gonorrhea di masa mendatang,” ujar Prof Is.

Sumber: Wikipedia & DetikHealth

loading...

Related For Gejala Kencing Nanah dan Pengobatannya